Sabtu, 16 Maret 2013

ekonomi pembangunan



Tugas Ekonomi Pembangunan
Teknologi dan Pembangunan
( Untuk melengkapi matakuliah Ekonomi Pembangunan)












Rr. Sinta Ferawati
209.08.2.0040
Akuntansi J


JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
2011













“Teknologi dan Pembangunan”
Sebagaimana yang dikatakan oleh Prof. Dr. Bachtiar Rivai seorang guru besar Institut Pertanian Bogor dan bekas Ketua LIPI, jelas terungkap bahwa peranan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menyambut datangnya tahun 2000, sangatlah dimintakan. Penegasan tersebut rupanya menarik untuk dianalisa lebih lanjut.
Sebagaimana diketahui ciri-ciri umum dari futurologi adalah:
Ø  Bersifat visioner, integratif dan strategis dengan jangkauan waktu ke depan antara 5-20 tahun lebih.
Ø  Bersifat analitik yang multidisipliner dan metodologis dengan tekanan khusus kepada keeksplisitan dalam forcasting, modelling, scenario-building dan segala kegiatan yang berhubungan dengan kesemuanya itu.
Ø  Bersifat partisipatif yang berorientasikan kepada problema dan implementasi, dengan perhatian khusus kepada dimensi sosial dan politik daripada perencanaan.
Futurologi jelas merupakan disiplin ilmu yang berwawasan akan masa datang. Lewat futurologi ini, kita diharapkan akan mampu mencari berbagai macam jawaban yang dibutuhkan oleh umat manusia. Apakah itu yang menyangkut kebutuhan fisik ataupun kebutuhan batin. Masalah sekarang: yang bagaimana wajah dari teknologi pembangunan itu?
Teknologi adalah karunia yang mutlak kita syukuri. Namun ada kalanya juga bersifat tragedi yang menyakitkan. Teknologi akan bersifat sebagai karunia sekiranya umat manusia dapat menggunakan teknologi itu sebagai bagian dari kebutuhan hidupnya, dan teknologi akan berarti tragedi sekiranya teknologi itu menjadi bumerang dalam kehidupan umat manusia. Hanya perlu direnungkan antara karunia dan tragedi yang tercipta atas teknologi, pada dasarnya tetap akan ditentukan oleh ulah dan tingkah polah manusia itu sendiri.
Memanfaatkan teknologi agar selalu satu arah dengan cita-cita perjuangan bangsa, adakalanya sulit diwujudkan. Apalagi jika sudah dikaitkan dengan persoalan kemanusiaan yang lainnya. Pada keadaan demikian, dampak teknologi itu dipersoalkan. Ada yang mensinyalir dengan adanya teknologi telah menyebabkan pengangguran. Ada yang memfinis bahwa dengan hadirnya teknologi menimbulkan malapetaka kemanusiaan yang engerikan, mengingat adanya perampasan tenaga kerja. Namun, tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa teknologi menguntungkan. Adapun pengertian dari teknologi pembangunan adalah teknologi yang sejalan dengan nafas-nafas pembangunan.
Huller sebagai inovasi, adalah penemuan teknologi yang menguntungkan. Apabila jika diliat dari aspek ekonomis. Namun begitu, kalau dilihat dari aspek kemanusiaan, tampaknya huller kurang bersahabat. Justru dengan masuknya huller ke pedesaan, banyak sekali masyarakat pedesaan kita yang terserap lapangan kerjanya. Sehingga wajar sekali kalau pada akhirnya, huller ini pun menjadi penyebab dari pengangguran di masyarakat pedesaan. Ini berarti bahwa teknologi yang demikian, bukanlah teknologi pembangunan.
Dari teladan sederhana di atas, dapatlah disimpulkan, bahwa yang layak untuk dinamakan sebagai teknologi pembangunan adalah suatu inovasi yang sesuai dengan tuntutan pembangunan. Teknologi itu jelas harus berdaya-guna dan berhasil-guna yang identitasnya dapat dipertanggungjawaabkan. Baiik secara fisik atau non-fisik. Apalagi kalau sudah menyangkut hal-hal yang humanistik. Wajah teknologi pedesaan memang lain dari inovasi-inovasi yang lain. Ia harus menjadi pelita bagi tercapainya cita-cita pembangunan. Ia perlu searah dengan idealisme pembangunan
I.        Listrik Pedesaan, bagaimana itu?
Hasil Sensus terakhir di Indonesia, ternyata masih menunjukkan bahwa sekitar 70 persen penduduk kita masih hidup di daerah pedesaan. Dari jumlah yang sebesar itu, rupanya masih menjadi ciri khas warga desa Indonesia adalah bermatapencaharian di sektor pertanian. Dengan kata lain, petani adalah warga negeri kita yang terbanyak jumlahnya di pedesaan. Sehingga tidaklah terlalu mencengangkan jika usaha-usaha nyata ang digalakkan
Diketahui pula bahwa tugas petani itu berat, terutama dalam rangka mengolah lahan, menanam dan memelihara serta apa-apa yang mereka kerjakan secara teknologi tradisional, tidaklah akan mampu untuk memenuhi kebutuhan primer mereka di masa kini ataupun masa datang, jika tidak segera dicari upaya-upaya untuk memperbaikinya. Selain itu usaha penjualan hasil pertanian yang tergantung pada tengkulak, sistem ijon serta pasar yang ada, ternyata memiliki kecenderungan untuk tidak menolong mereka dalam memasarkan hasilnya secara maksimal.
Akibatnya, pengelolaan hasil pertanian yang masih ketinggalan jaman disebabkan oleh pemakaian teknologi desa yang kuno, tidak efisien dalam waktu, tenaga, sumber daya alam dan pengembangan teknologi adalah beberapa persoalan yang mutlak dipecahkan sesegera mungkin. Dan di sinilah peranan mekanisme pasar sebagai salah satu usaha untuk menjawab persoalan tersebut. Yaitu dengan jalan menguasai dan memanfaatkan bahan dan sumber daya alam yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
Dari sumber energi yang ada, listrik perlu mendapat perhatian yang serius. Sebab, listrik mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan. Di antaranya, relatif gampang untuk diperoleh, tidak berbau, tidak bising, dapat diandalkan, mudah disalurkan, serta gampang pula dikonversikan, ke dalam bentuk energi lain. Di mana efek konversi ini dapat berupa gerakan mekanik panas, magnetik, kimia, industri, elektro-magnetik, termolistrik, foto-listrik dan lain-lain yang mana kesemuanya itu dapat diterapkan dalam pembangunan pedesaan.
Sasaran kebijaksanaan Pemerintah tentang diversifikasi dan konversi energi dalam sasaran pemerataan, menurut Harjono Djojodihardjo (1980) memang dianjurkan untuk:
Ø  Kewajibkan guna memanfaatkan sumber energi yang telah dipulihkan.
Ø  Pemanfaatan teknologi yang terpulihkan diharapkan akan dapat membantu terciptanya struktur sumber energi yang mantap di masa datang dengan mengusahakan diversifikasi sumber energi dan lingkungan hidup.
Ø  Dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia secara merata.
Ø  Dapat memungkinkan peningkatan ekspor komoditi energi lainnya yang dapat menghasilkan devisa negara.
Ø  Akan mengurangi beban terhadap pencemaran lingkungan.
Dari keterangan yang telah dikemukakan di atas dapatlah dikatakan jika kita memilih energi listrik untuk saran pembangunan, maka sampai dunia kiamat pun tidak akan merasa kekurangan sumber dayanya. Sebab, sumber energi listrik seperti air, angin dan matahari akan selalu tersedia. Dan untuk mendapatkan energi bentuk lainnya pun dapat kita konversikan dengan mudah. Oleh sebab itu, mengingat sangat gampang dan pentingnya energi listrik maka diharapkan adanya penyuluhan atau penerangan yang mendalam kepada masyarakat pedesaan mengenai seluk-beluk persoalan yang ada kaitannya dengan peranan listrik dalam kegiatan pembangunan.
Tujuan pokok dari listrik pedesaan adalah tetap untuk menghantarkan warga pedesaan membangun daerahnya merubah usaha tani gurem ke usaha tani komersil, mencegah urbanisasi, membangun industri pedesaan serta meningkatkan taraf hidupnya. Inilah esensinya.
II.     Bagaimana Dengan Mekanisasi Pertanian
Mekanisme pertanian adalah salah satu disiplin ilmu yang berfungsi meningkatkan produktivitas tenaga kerja pertanian, memperbaiki mutu kerja dan hasil serta dapat menekan biaya produksi. Tampaknya mekanisasi mempunyai potensi untuuk melengkapi pola pertanian maju yang bercirikan dinamis, berproduksi tinggi, fleksibel serta berkembang terus-menerus. Namun demikian, khususnya di dalam muwujudkan tujuan-tujuan yang ingin dicapainya, maka mekanisasi pertanian tentunya memerlukan berbagai prasyarat yang mutlak kita perhatikan urgensinya. Paling tidak, dalam pengembangan areal dan modernisasi pertanian, kehadiran alat-alat/mesin-mesin pertanian, budidaya pertanian, teknik tanah dan air, bangunan pertanian, elektrifikasi pertanian, mesin-mesin pengelolaan hasil pertanian dan perbengkelan pertanian adalah mutlak diperlukan.
Pengertian mekanisasi pertanian adalah suatu kesatuan ilmu dan kesatuan bidang kerja (profesion), kesatuan pendidikan kesatuan pendapat, dan kerja sama yang cukup erat di antara peminatnya. Atau jika kita kaitkan dengan pembangunan pertanian, maka pengertian mekanisasi pertanian di sini identik dengan “agricultural enginering”. Suatu ilmu yang mempelajari tentang penguasaan dan pemanfaatan bahan dan tenaga alam untuk mengembangkan daya karya manusia dalam sektor pertanian, demi untuk kesejahteraan manusia.
Ada enam aspek kegiatan yang termasuk dalam lingkup mekanisasi pertanian yaitu:
Ø  Pada bidang mesin-mesin budidaya pertanian seperti pembukaan lahan dan hutan (land clearing) dengan mempergunakan traktor-traktor besar untuk penebang pohon-pohon secara massal dan secara satu persatu, dalam hal pengolahan tanah dengan mempergunakan segala macam bajak, garu sob-soiler dan cultivator, untuk penanaman dengan mempergunakan alat-alat penanam (sedd drill, corn planter), untuk pemupukan dengan manure speader, untuk pembatasan hama dan penyakit dengan segala macam sprayer dan duster, dalam hal pemungutan hasil panen dengan alat-alat panen (combine) dan lain sebagainya lagi.
Ø  Pada bidang teknik tanah dan air, mekanisasi pertanian adalah untuk menelaah persoalan-persoalan yang timbul dalam usaha menciptakan keadaan tanah dan sedikit air sedemikian rupa, sehingga dapat dicapai efisiensi yang maksimal. Baik dalam hal waktu maupun dalam hal tenaga. Peranan yang utama dalam hal ini adalah perlunya survey dan pengukuran tanah dengan menggunakan alat-alat ukur tanah untuk mengetahui luasnya, tingginya, rendahnya, garis contoh tanah pertanian kita yang dapat digambarkan dalam suatu peta atau pemetaan, pengawetan tanah dan pencegahan erosi dengan engoreering aspect misalnya strip cropping, countur farming, terracering, dalam hal penggunaan air baik untuk tanah pertanian atau pun untuk kebutuhan rumah tangga petani. 
Ø  Pada bidang bangunan pertanian adalah untuk menelaah problema-problema gedung, pagar dan perlengkapan-perlengkapan untuk memperbaiki keadaan lingkungan yang diperlukan oleh perusahaan pertanian dan rumah petani. Peranan yang utama dalam bidang ini adalah mengusahakan bentuk dan struktur rumah petani sebagai pusat kegiatan bagi petani yang serasi dengan selera petani dan keadaan jaman. Bangunan peternakan yang mencakup kandang-kandang ternak potong atau perah di mana pengaturan suhu, sinar matahari haruslah diatur menurut tuntutan kebutuhan ternak agar produksinya bermutu dan berjumlah tinggi. Bangunan untuk penyimpanan-penyimpanan hasil yang diperuntukkan bagi makanan ternak (rumput kering,jagung) atau untuk penyimpanan sayur-mayur dan buah-buahan serta telur agar tetap segar dan baik keadaannya.
Ø  Pada bidang elektrifikasi pertanian, peranan pokok dari mekanisasi pertanian adalah untuk menelaah persoalan-persoalan pemakaian penggunaan listrik untuk pembangunan pertanian, baik yang merupakan tenaga listrik, di rumah, di bengkel, dalam bangunan-bangunan pertanian, di lapangan pertanian bahkan penggunaan listrik juga dibidang komunikasi/telekomunikasi (radio + TV).
Ø  Pada bidang mesin-mesin pengolahan hasil pertanian di mana dalam hal ini peranan mekanisme pertanian yang paling kentara adalah guna menelaah masalah-masalah pembangunan mesin-mesin yang dipakai dalam usaha menyiapkan hasil-hasil pertanian untuk kemudian dipergunakan atau disimpan baik untuk mempertinggi atau pun memperbaiki mutu dalam mencegah kerusakan (perubahan hasil itu). Sekarang kalau dilihat dari pengertian crop procesing, yang menyatakan bahwa segala proses atau pun usaha atau prosedur untuk menyiapkan hasil-hasil pertanian pada suatu sistem, jelas terlihat bahwa kurang tersedianya tenaga ahli dan terampil usaha adalah masalah-masalah yang perlu segera dibenahi lebih jauh lagi. Kurangnya kesadaran di kalangan petani dan kurangnya bimbingan yang nyata, baik oleh Pusat atau pun Daerah serta belum berkembangnya industri dalam negeri untuk produksi mesin-mesin/alat-alat mekanisasi pertanian yang mampu menyamai kualitas luar negeri adalah problema-problema lain yang perlu kita angkat sebagai pokok masalah dalam mengatasi kemelut semacam ini.
Ø  Pada bidang perbengkelan mekanisasi pertanian. Peranan pokok dari aspek ini adalah perlunya ditelaah lebih lanjut tentang mesin atau alat apa saja yang mampu memberikan dukungan positif terhadap pembangunan pertanian. Artinya, jika saja ada beberapa alat yang rusak, maka pada bidang inilah tanggungjawabnya. Di samping harus juga mampu mengolah dan menata serta mencari alat/mesin yang lebih sempurna lagi (tentunya setelah mengalami perubahan atau modifikasi). 
Akibatnya peranan mekanisasi pertanian dalampembangunan ini ternyata cukup kompleks. Tidak cukup hanya dengan membeberkan satu aspek, lantas melupakan aspek-aspek yang lainnya. Tetapi bagaimana usaha kita yang sebaiknya agar penataan dan penggabungan dari aspek-aspek di atas akan memberikan manfaat yang maksimal bagi kelangsungan pembangunan di Indonesia.
Ciri-ciri petani modern adalah mereka yang mampu menggunakan input teknologi dan efisiensi usaha tani yang tinggi dan terus meningkat; hasil produksinya bermutu tinggi di mana dalam setiap waktu dapat berubah jumlah dan mutu sesuai dengan perubahan biaya produksi yang disebabkan oleh adanya perubahan teknologi penggunaan tanah dan sumber daya lainnya.
Mutlak pula disadari bahwa pembangunan pertanian modern tentunya dikembangkan dari pertanian tradisional melalui proses modernisasi, di mana pada prinsipnya, modernisasi itu sendiri menuntut terjadinyan perubahan dan pembaharuan sistem nilai yang berkembang dalam kehidupan masyarakat pedesaan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar