Tugas Ekonomi Pembangunan
“Teknologi
dan Pembangunan”
( Untuk
melengkapi matakuliah Ekonomi Pembangunan)
Rr. Sinta
Ferawati
209.08.2.0040
Akuntansi J
JURUSAN
AKUNTANSI
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
ISLAM MALANG
2011
“Teknologi
dan Pembangunan”
Sebagaimana yang dikatakan oleh Prof. Dr.
Bachtiar Rivai seorang guru besar Institut Pertanian Bogor dan bekas Ketua
LIPI, jelas terungkap bahwa peranan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam
menyambut datangnya tahun 2000, sangatlah dimintakan. Penegasan tersebut
rupanya menarik untuk dianalisa lebih lanjut.
Sebagaimana diketahui ciri-ciri umum dari
futurologi adalah:
Ø Bersifat visioner, integratif dan strategis
dengan jangkauan waktu ke depan antara 5-20 tahun lebih.
Ø Bersifat analitik yang multidisipliner dan
metodologis dengan tekanan khusus kepada keeksplisitan dalam forcasting,
modelling, scenario-building dan segala kegiatan yang berhubungan dengan
kesemuanya itu.
Ø Bersifat partisipatif yang berorientasikan kepada
problema dan implementasi, dengan perhatian khusus kepada dimensi sosial dan
politik daripada perencanaan.
Futurologi jelas merupakan disiplin ilmu yang
berwawasan akan masa datang. Lewat futurologi ini, kita diharapkan akan mampu
mencari berbagai macam jawaban yang dibutuhkan oleh umat manusia. Apakah itu
yang menyangkut kebutuhan fisik ataupun kebutuhan batin. Masalah sekarang: yang
bagaimana wajah dari teknologi pembangunan itu?
Teknologi adalah karunia yang mutlak kita
syukuri. Namun ada kalanya juga bersifat tragedi yang menyakitkan. Teknologi
akan bersifat sebagai karunia sekiranya umat manusia dapat menggunakan
teknologi itu sebagai bagian dari kebutuhan hidupnya, dan teknologi akan
berarti tragedi sekiranya teknologi itu menjadi bumerang dalam kehidupan umat
manusia. Hanya perlu direnungkan antara karunia dan tragedi yang tercipta atas
teknologi, pada dasarnya tetap akan ditentukan oleh ulah dan tingkah polah
manusia itu sendiri.
Memanfaatkan teknologi agar selalu satu arah
dengan cita-cita perjuangan bangsa, adakalanya sulit diwujudkan. Apalagi jika
sudah dikaitkan dengan persoalan kemanusiaan yang lainnya. Pada keadaan
demikian, dampak teknologi itu dipersoalkan. Ada yang mensinyalir dengan adanya
teknologi telah menyebabkan pengangguran. Ada yang memfinis bahwa dengan hadirnya
teknologi menimbulkan malapetaka kemanusiaan yang engerikan, mengingat adanya
perampasan tenaga kerja. Namun, tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa
teknologi menguntungkan. Adapun pengertian dari teknologi pembangunan adalah
teknologi yang sejalan dengan nafas-nafas pembangunan.
Huller sebagai inovasi, adalah penemuan teknologi
yang menguntungkan. Apabila jika diliat dari aspek ekonomis. Namun begitu,
kalau dilihat dari aspek kemanusiaan, tampaknya huller kurang bersahabat.
Justru dengan masuknya huller ke pedesaan, banyak sekali masyarakat pedesaan
kita yang terserap lapangan kerjanya. Sehingga wajar sekali kalau pada
akhirnya, huller ini pun menjadi penyebab dari pengangguran di masyarakat
pedesaan. Ini berarti bahwa teknologi yang demikian, bukanlah teknologi
pembangunan.
Dari teladan sederhana di atas, dapatlah
disimpulkan, bahwa yang layak untuk dinamakan sebagai teknologi pembangunan
adalah suatu inovasi yang sesuai dengan tuntutan pembangunan. Teknologi itu
jelas harus berdaya-guna dan berhasil-guna yang identitasnya dapat
dipertanggungjawaabkan. Baiik secara fisik atau non-fisik. Apalagi kalau sudah
menyangkut hal-hal yang humanistik. Wajah teknologi pedesaan memang lain dari
inovasi-inovasi yang lain. Ia harus menjadi pelita bagi tercapainya cita-cita
pembangunan. Ia perlu searah dengan idealisme pembangunan
I.
Listrik Pedesaan, bagaimana itu?
Hasil Sensus terakhir di Indonesia, ternyata
masih menunjukkan bahwa sekitar 70 persen penduduk kita masih hidup di daerah
pedesaan. Dari jumlah yang sebesar itu, rupanya masih menjadi ciri khas warga
desa Indonesia adalah bermatapencaharian di sektor pertanian. Dengan kata lain,
petani adalah warga negeri kita yang terbanyak jumlahnya di pedesaan. Sehingga
tidaklah terlalu mencengangkan jika usaha-usaha nyata ang digalakkan
Diketahui pula bahwa tugas petani itu berat,
terutama dalam rangka mengolah lahan, menanam dan memelihara serta apa-apa yang
mereka kerjakan secara teknologi tradisional, tidaklah akan mampu untuk
memenuhi kebutuhan primer mereka di masa kini ataupun masa datang, jika tidak
segera dicari upaya-upaya untuk memperbaikinya. Selain itu usaha penjualan
hasil pertanian yang tergantung pada tengkulak, sistem ijon serta pasar yang
ada, ternyata memiliki kecenderungan untuk tidak menolong mereka dalam
memasarkan hasilnya secara maksimal.
Akibatnya, pengelolaan hasil pertanian yang masih
ketinggalan jaman disebabkan oleh pemakaian teknologi desa yang kuno, tidak
efisien dalam waktu, tenaga, sumber daya alam dan pengembangan teknologi adalah
beberapa persoalan yang mutlak dipecahkan sesegera mungkin. Dan di sinilah
peranan mekanisme pasar sebagai salah satu usaha untuk menjawab persoalan
tersebut. Yaitu dengan jalan menguasai dan memanfaatkan bahan dan sumber daya
alam yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
Dari sumber energi yang ada, listrik perlu
mendapat perhatian yang serius. Sebab, listrik mempunyai sifat-sifat yang
menguntungkan. Di antaranya, relatif gampang untuk diperoleh, tidak berbau,
tidak bising, dapat diandalkan, mudah disalurkan, serta gampang pula
dikonversikan, ke dalam bentuk energi lain. Di mana efek konversi ini dapat
berupa gerakan mekanik panas, magnetik, kimia, industri, elektro-magnetik,
termolistrik, foto-listrik dan lain-lain yang mana kesemuanya itu dapat
diterapkan dalam pembangunan pedesaan.
Sasaran kebijaksanaan Pemerintah tentang
diversifikasi dan konversi energi dalam sasaran pemerataan, menurut Harjono
Djojodihardjo (1980) memang dianjurkan untuk:
Ø Kewajibkan guna memanfaatkan sumber energi yang
telah dipulihkan.
Ø Pemanfaatan teknologi yang terpulihkan diharapkan
akan dapat membantu terciptanya struktur sumber energi yang mantap di masa
datang dengan mengusahakan diversifikasi sumber energi dan lingkungan hidup.
Ø Dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia
secara merata.
Ø Dapat memungkinkan peningkatan ekspor komoditi
energi lainnya yang dapat menghasilkan devisa negara.
Ø Akan mengurangi beban terhadap pencemaran
lingkungan.
Dari keterangan yang telah dikemukakan di atas
dapatlah dikatakan jika kita memilih energi listrik untuk saran pembangunan,
maka sampai dunia kiamat pun tidak akan merasa kekurangan sumber dayanya.
Sebab, sumber energi listrik seperti air, angin dan matahari akan selalu
tersedia. Dan untuk mendapatkan energi bentuk lainnya pun dapat kita konversikan
dengan mudah. Oleh sebab itu, mengingat sangat gampang dan pentingnya energi
listrik maka diharapkan adanya penyuluhan atau penerangan yang mendalam kepada
masyarakat pedesaan mengenai seluk-beluk persoalan yang ada kaitannya dengan
peranan listrik dalam kegiatan pembangunan.
Tujuan pokok dari listrik pedesaan adalah tetap
untuk menghantarkan warga pedesaan membangun daerahnya merubah usaha tani gurem
ke usaha tani komersil, mencegah urbanisasi, membangun industri pedesaan serta
meningkatkan taraf hidupnya. Inilah esensinya.
II. Bagaimana
Dengan Mekanisasi Pertanian
Mekanisme pertanian adalah salah satu disiplin
ilmu yang berfungsi meningkatkan produktivitas tenaga kerja pertanian,
memperbaiki mutu kerja dan hasil serta dapat menekan biaya produksi. Tampaknya
mekanisasi mempunyai potensi untuuk melengkapi pola pertanian maju yang
bercirikan dinamis, berproduksi tinggi, fleksibel serta berkembang
terus-menerus. Namun demikian, khususnya di dalam muwujudkan tujuan-tujuan yang
ingin dicapainya, maka mekanisasi pertanian tentunya memerlukan berbagai
prasyarat yang mutlak kita perhatikan urgensinya. Paling tidak, dalam
pengembangan areal dan modernisasi pertanian, kehadiran alat-alat/mesin-mesin
pertanian, budidaya pertanian, teknik tanah dan air, bangunan pertanian,
elektrifikasi pertanian, mesin-mesin pengelolaan hasil pertanian dan
perbengkelan pertanian adalah mutlak diperlukan.
Pengertian mekanisasi pertanian adalah suatu
kesatuan ilmu dan kesatuan bidang kerja (profesion),
kesatuan pendidikan kesatuan pendapat, dan kerja sama yang cukup erat di antara
peminatnya. Atau jika kita kaitkan dengan pembangunan pertanian, maka
pengertian mekanisasi pertanian di sini identik dengan “agricultural enginering”. Suatu ilmu yang mempelajari tentang
penguasaan dan pemanfaatan bahan dan tenaga alam untuk mengembangkan daya karya
manusia dalam sektor pertanian, demi untuk kesejahteraan manusia.
Ada enam aspek kegiatan yang termasuk dalam
lingkup mekanisasi pertanian yaitu:
Ø Pada bidang mesin-mesin budidaya pertanian seperti
pembukaan lahan dan hutan (land clearing)
dengan mempergunakan traktor-traktor besar untuk penebang pohon-pohon secara
massal dan secara satu persatu, dalam hal pengolahan tanah dengan mempergunakan
segala macam bajak, garu sob-soiler dan cultivator, untuk penanaman dengan
mempergunakan alat-alat penanam (sedd
drill, corn planter), untuk pemupukan dengan manure speader, untuk
pembatasan hama dan penyakit dengan segala macam sprayer dan duster, dalam hal
pemungutan hasil panen dengan alat-alat panen (combine) dan lain sebagainya lagi.
Ø Pada bidang teknik tanah dan air, mekanisasi
pertanian adalah untuk menelaah persoalan-persoalan yang timbul dalam usaha
menciptakan keadaan tanah dan sedikit air sedemikian rupa, sehingga dapat
dicapai efisiensi yang maksimal. Baik dalam hal waktu maupun dalam hal tenaga.
Peranan yang utama dalam hal ini adalah perlunya survey dan pengukuran tanah
dengan menggunakan alat-alat ukur tanah untuk mengetahui luasnya, tingginya,
rendahnya, garis contoh tanah pertanian kita yang dapat digambarkan dalam suatu
peta atau pemetaan, pengawetan tanah dan pencegahan erosi dengan engoreering
aspect misalnya strip cropping, countur farming, terracering, dalam hal
penggunaan air baik untuk tanah pertanian atau pun untuk kebutuhan rumah tangga
petani.
Ø Pada bidang bangunan pertanian adalah untuk
menelaah problema-problema gedung, pagar dan perlengkapan-perlengkapan untuk
memperbaiki keadaan lingkungan yang diperlukan oleh perusahaan pertanian dan
rumah petani. Peranan yang utama dalam bidang ini adalah mengusahakan bentuk
dan struktur rumah petani sebagai pusat kegiatan bagi petani yang serasi dengan
selera petani dan keadaan jaman. Bangunan peternakan yang mencakup
kandang-kandang ternak potong atau perah di mana pengaturan suhu, sinar matahari
haruslah diatur menurut tuntutan kebutuhan ternak agar produksinya bermutu dan
berjumlah tinggi. Bangunan untuk penyimpanan-penyimpanan hasil yang
diperuntukkan bagi makanan ternak (rumput kering,jagung) atau untuk penyimpanan
sayur-mayur dan buah-buahan serta telur agar tetap segar dan baik keadaannya.
Ø Pada bidang elektrifikasi pertanian, peranan
pokok dari mekanisasi pertanian adalah untuk menelaah persoalan-persoalan
pemakaian penggunaan listrik untuk pembangunan pertanian, baik yang merupakan
tenaga listrik, di rumah, di bengkel, dalam bangunan-bangunan pertanian, di
lapangan pertanian bahkan penggunaan listrik juga dibidang
komunikasi/telekomunikasi (radio + TV).
Ø Pada bidang mesin-mesin pengolahan hasil
pertanian di mana dalam hal ini peranan mekanisme pertanian yang paling kentara
adalah guna menelaah masalah-masalah pembangunan mesin-mesin yang dipakai dalam
usaha menyiapkan hasil-hasil pertanian untuk kemudian dipergunakan atau
disimpan baik untuk mempertinggi atau pun memperbaiki mutu dalam mencegah
kerusakan (perubahan hasil itu).
Sekarang kalau dilihat dari pengertian crop procesing, yang menyatakan bahwa
segala proses atau pun usaha atau prosedur untuk menyiapkan hasil-hasil
pertanian pada suatu sistem, jelas terlihat bahwa kurang tersedianya tenaga
ahli dan terampil usaha adalah masalah-masalah yang perlu segera dibenahi lebih
jauh lagi. Kurangnya kesadaran di kalangan petani dan kurangnya bimbingan yang
nyata, baik oleh Pusat atau pun Daerah serta belum berkembangnya industri dalam
negeri untuk produksi mesin-mesin/alat-alat mekanisasi pertanian yang mampu
menyamai kualitas luar negeri adalah problema-problema lain yang perlu kita
angkat sebagai pokok masalah dalam mengatasi kemelut semacam ini.
Ø Pada bidang perbengkelan mekanisasi pertanian.
Peranan pokok dari aspek ini adalah perlunya ditelaah lebih lanjut tentang
mesin atau alat apa saja yang mampu memberikan dukungan positif terhadap
pembangunan pertanian. Artinya, jika saja ada beberapa alat yang rusak, maka
pada bidang inilah tanggungjawabnya. Di samping harus juga mampu mengolah dan
menata serta mencari alat/mesin yang lebih sempurna lagi (tentunya setelah
mengalami perubahan atau modifikasi).
Akibatnya peranan mekanisasi pertanian
dalampembangunan ini ternyata cukup kompleks. Tidak cukup hanya dengan
membeberkan satu aspek, lantas melupakan aspek-aspek yang lainnya. Tetapi
bagaimana usaha kita yang sebaiknya agar penataan dan penggabungan dari
aspek-aspek di atas akan memberikan manfaat yang maksimal bagi kelangsungan
pembangunan di Indonesia.
Ciri-ciri petani modern adalah mereka yang mampu
menggunakan input teknologi dan efisiensi usaha tani yang tinggi dan terus
meningkat; hasil produksinya bermutu tinggi di mana dalam setiap waktu dapat
berubah jumlah dan mutu sesuai dengan perubahan biaya produksi yang disebabkan
oleh adanya perubahan teknologi penggunaan tanah dan sumber daya lainnya.
Mutlak pula disadari bahwa pembangunan pertanian
modern tentunya dikembangkan dari pertanian tradisional melalui proses
modernisasi, di mana pada prinsipnya, modernisasi itu sendiri menuntut
terjadinyan perubahan dan pembaharuan sistem nilai yang berkembang dalam
kehidupan masyarakat pedesaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar