Sabtu, 16 Maret 2013

ekonomi pembangunan



Tugas Ekonomi Pembangunan
Teknologi dan Pembangunan
( Untuk melengkapi matakuliah Ekonomi Pembangunan)












Rr. Sinta Ferawati
209.08.2.0040
Akuntansi J


JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
2011













“Teknologi dan Pembangunan”
Sebagaimana yang dikatakan oleh Prof. Dr. Bachtiar Rivai seorang guru besar Institut Pertanian Bogor dan bekas Ketua LIPI, jelas terungkap bahwa peranan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menyambut datangnya tahun 2000, sangatlah dimintakan. Penegasan tersebut rupanya menarik untuk dianalisa lebih lanjut.
Sebagaimana diketahui ciri-ciri umum dari futurologi adalah:
Ø  Bersifat visioner, integratif dan strategis dengan jangkauan waktu ke depan antara 5-20 tahun lebih.
Ø  Bersifat analitik yang multidisipliner dan metodologis dengan tekanan khusus kepada keeksplisitan dalam forcasting, modelling, scenario-building dan segala kegiatan yang berhubungan dengan kesemuanya itu.
Ø  Bersifat partisipatif yang berorientasikan kepada problema dan implementasi, dengan perhatian khusus kepada dimensi sosial dan politik daripada perencanaan.
Futurologi jelas merupakan disiplin ilmu yang berwawasan akan masa datang. Lewat futurologi ini, kita diharapkan akan mampu mencari berbagai macam jawaban yang dibutuhkan oleh umat manusia. Apakah itu yang menyangkut kebutuhan fisik ataupun kebutuhan batin. Masalah sekarang: yang bagaimana wajah dari teknologi pembangunan itu?
Teknologi adalah karunia yang mutlak kita syukuri. Namun ada kalanya juga bersifat tragedi yang menyakitkan. Teknologi akan bersifat sebagai karunia sekiranya umat manusia dapat menggunakan teknologi itu sebagai bagian dari kebutuhan hidupnya, dan teknologi akan berarti tragedi sekiranya teknologi itu menjadi bumerang dalam kehidupan umat manusia. Hanya perlu direnungkan antara karunia dan tragedi yang tercipta atas teknologi, pada dasarnya tetap akan ditentukan oleh ulah dan tingkah polah manusia itu sendiri.
Memanfaatkan teknologi agar selalu satu arah dengan cita-cita perjuangan bangsa, adakalanya sulit diwujudkan. Apalagi jika sudah dikaitkan dengan persoalan kemanusiaan yang lainnya. Pada keadaan demikian, dampak teknologi itu dipersoalkan. Ada yang mensinyalir dengan adanya teknologi telah menyebabkan pengangguran. Ada yang memfinis bahwa dengan hadirnya teknologi menimbulkan malapetaka kemanusiaan yang engerikan, mengingat adanya perampasan tenaga kerja. Namun, tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa teknologi menguntungkan. Adapun pengertian dari teknologi pembangunan adalah teknologi yang sejalan dengan nafas-nafas pembangunan.
Huller sebagai inovasi, adalah penemuan teknologi yang menguntungkan. Apabila jika diliat dari aspek ekonomis. Namun begitu, kalau dilihat dari aspek kemanusiaan, tampaknya huller kurang bersahabat. Justru dengan masuknya huller ke pedesaan, banyak sekali masyarakat pedesaan kita yang terserap lapangan kerjanya. Sehingga wajar sekali kalau pada akhirnya, huller ini pun menjadi penyebab dari pengangguran di masyarakat pedesaan. Ini berarti bahwa teknologi yang demikian, bukanlah teknologi pembangunan.
Dari teladan sederhana di atas, dapatlah disimpulkan, bahwa yang layak untuk dinamakan sebagai teknologi pembangunan adalah suatu inovasi yang sesuai dengan tuntutan pembangunan. Teknologi itu jelas harus berdaya-guna dan berhasil-guna yang identitasnya dapat dipertanggungjawaabkan. Baiik secara fisik atau non-fisik. Apalagi kalau sudah menyangkut hal-hal yang humanistik. Wajah teknologi pedesaan memang lain dari inovasi-inovasi yang lain. Ia harus menjadi pelita bagi tercapainya cita-cita pembangunan. Ia perlu searah dengan idealisme pembangunan
I.        Listrik Pedesaan, bagaimana itu?
Hasil Sensus terakhir di Indonesia, ternyata masih menunjukkan bahwa sekitar 70 persen penduduk kita masih hidup di daerah pedesaan. Dari jumlah yang sebesar itu, rupanya masih menjadi ciri khas warga desa Indonesia adalah bermatapencaharian di sektor pertanian. Dengan kata lain, petani adalah warga negeri kita yang terbanyak jumlahnya di pedesaan. Sehingga tidaklah terlalu mencengangkan jika usaha-usaha nyata ang digalakkan
Diketahui pula bahwa tugas petani itu berat, terutama dalam rangka mengolah lahan, menanam dan memelihara serta apa-apa yang mereka kerjakan secara teknologi tradisional, tidaklah akan mampu untuk memenuhi kebutuhan primer mereka di masa kini ataupun masa datang, jika tidak segera dicari upaya-upaya untuk memperbaikinya. Selain itu usaha penjualan hasil pertanian yang tergantung pada tengkulak, sistem ijon serta pasar yang ada, ternyata memiliki kecenderungan untuk tidak menolong mereka dalam memasarkan hasilnya secara maksimal.
Akibatnya, pengelolaan hasil pertanian yang masih ketinggalan jaman disebabkan oleh pemakaian teknologi desa yang kuno, tidak efisien dalam waktu, tenaga, sumber daya alam dan pengembangan teknologi adalah beberapa persoalan yang mutlak dipecahkan sesegera mungkin. Dan di sinilah peranan mekanisme pasar sebagai salah satu usaha untuk menjawab persoalan tersebut. Yaitu dengan jalan menguasai dan memanfaatkan bahan dan sumber daya alam yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
Dari sumber energi yang ada, listrik perlu mendapat perhatian yang serius. Sebab, listrik mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan. Di antaranya, relatif gampang untuk diperoleh, tidak berbau, tidak bising, dapat diandalkan, mudah disalurkan, serta gampang pula dikonversikan, ke dalam bentuk energi lain. Di mana efek konversi ini dapat berupa gerakan mekanik panas, magnetik, kimia, industri, elektro-magnetik, termolistrik, foto-listrik dan lain-lain yang mana kesemuanya itu dapat diterapkan dalam pembangunan pedesaan.
Sasaran kebijaksanaan Pemerintah tentang diversifikasi dan konversi energi dalam sasaran pemerataan, menurut Harjono Djojodihardjo (1980) memang dianjurkan untuk:
Ø  Kewajibkan guna memanfaatkan sumber energi yang telah dipulihkan.
Ø  Pemanfaatan teknologi yang terpulihkan diharapkan akan dapat membantu terciptanya struktur sumber energi yang mantap di masa datang dengan mengusahakan diversifikasi sumber energi dan lingkungan hidup.
Ø  Dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia secara merata.
Ø  Dapat memungkinkan peningkatan ekspor komoditi energi lainnya yang dapat menghasilkan devisa negara.
Ø  Akan mengurangi beban terhadap pencemaran lingkungan.
Dari keterangan yang telah dikemukakan di atas dapatlah dikatakan jika kita memilih energi listrik untuk saran pembangunan, maka sampai dunia kiamat pun tidak akan merasa kekurangan sumber dayanya. Sebab, sumber energi listrik seperti air, angin dan matahari akan selalu tersedia. Dan untuk mendapatkan energi bentuk lainnya pun dapat kita konversikan dengan mudah. Oleh sebab itu, mengingat sangat gampang dan pentingnya energi listrik maka diharapkan adanya penyuluhan atau penerangan yang mendalam kepada masyarakat pedesaan mengenai seluk-beluk persoalan yang ada kaitannya dengan peranan listrik dalam kegiatan pembangunan.
Tujuan pokok dari listrik pedesaan adalah tetap untuk menghantarkan warga pedesaan membangun daerahnya merubah usaha tani gurem ke usaha tani komersil, mencegah urbanisasi, membangun industri pedesaan serta meningkatkan taraf hidupnya. Inilah esensinya.
II.     Bagaimana Dengan Mekanisasi Pertanian
Mekanisme pertanian adalah salah satu disiplin ilmu yang berfungsi meningkatkan produktivitas tenaga kerja pertanian, memperbaiki mutu kerja dan hasil serta dapat menekan biaya produksi. Tampaknya mekanisasi mempunyai potensi untuuk melengkapi pola pertanian maju yang bercirikan dinamis, berproduksi tinggi, fleksibel serta berkembang terus-menerus. Namun demikian, khususnya di dalam muwujudkan tujuan-tujuan yang ingin dicapainya, maka mekanisasi pertanian tentunya memerlukan berbagai prasyarat yang mutlak kita perhatikan urgensinya. Paling tidak, dalam pengembangan areal dan modernisasi pertanian, kehadiran alat-alat/mesin-mesin pertanian, budidaya pertanian, teknik tanah dan air, bangunan pertanian, elektrifikasi pertanian, mesin-mesin pengelolaan hasil pertanian dan perbengkelan pertanian adalah mutlak diperlukan.
Pengertian mekanisasi pertanian adalah suatu kesatuan ilmu dan kesatuan bidang kerja (profesion), kesatuan pendidikan kesatuan pendapat, dan kerja sama yang cukup erat di antara peminatnya. Atau jika kita kaitkan dengan pembangunan pertanian, maka pengertian mekanisasi pertanian di sini identik dengan “agricultural enginering”. Suatu ilmu yang mempelajari tentang penguasaan dan pemanfaatan bahan dan tenaga alam untuk mengembangkan daya karya manusia dalam sektor pertanian, demi untuk kesejahteraan manusia.
Ada enam aspek kegiatan yang termasuk dalam lingkup mekanisasi pertanian yaitu:
Ø  Pada bidang mesin-mesin budidaya pertanian seperti pembukaan lahan dan hutan (land clearing) dengan mempergunakan traktor-traktor besar untuk penebang pohon-pohon secara massal dan secara satu persatu, dalam hal pengolahan tanah dengan mempergunakan segala macam bajak, garu sob-soiler dan cultivator, untuk penanaman dengan mempergunakan alat-alat penanam (sedd drill, corn planter), untuk pemupukan dengan manure speader, untuk pembatasan hama dan penyakit dengan segala macam sprayer dan duster, dalam hal pemungutan hasil panen dengan alat-alat panen (combine) dan lain sebagainya lagi.
Ø  Pada bidang teknik tanah dan air, mekanisasi pertanian adalah untuk menelaah persoalan-persoalan yang timbul dalam usaha menciptakan keadaan tanah dan sedikit air sedemikian rupa, sehingga dapat dicapai efisiensi yang maksimal. Baik dalam hal waktu maupun dalam hal tenaga. Peranan yang utama dalam hal ini adalah perlunya survey dan pengukuran tanah dengan menggunakan alat-alat ukur tanah untuk mengetahui luasnya, tingginya, rendahnya, garis contoh tanah pertanian kita yang dapat digambarkan dalam suatu peta atau pemetaan, pengawetan tanah dan pencegahan erosi dengan engoreering aspect misalnya strip cropping, countur farming, terracering, dalam hal penggunaan air baik untuk tanah pertanian atau pun untuk kebutuhan rumah tangga petani. 
Ø  Pada bidang bangunan pertanian adalah untuk menelaah problema-problema gedung, pagar dan perlengkapan-perlengkapan untuk memperbaiki keadaan lingkungan yang diperlukan oleh perusahaan pertanian dan rumah petani. Peranan yang utama dalam bidang ini adalah mengusahakan bentuk dan struktur rumah petani sebagai pusat kegiatan bagi petani yang serasi dengan selera petani dan keadaan jaman. Bangunan peternakan yang mencakup kandang-kandang ternak potong atau perah di mana pengaturan suhu, sinar matahari haruslah diatur menurut tuntutan kebutuhan ternak agar produksinya bermutu dan berjumlah tinggi. Bangunan untuk penyimpanan-penyimpanan hasil yang diperuntukkan bagi makanan ternak (rumput kering,jagung) atau untuk penyimpanan sayur-mayur dan buah-buahan serta telur agar tetap segar dan baik keadaannya.
Ø  Pada bidang elektrifikasi pertanian, peranan pokok dari mekanisasi pertanian adalah untuk menelaah persoalan-persoalan pemakaian penggunaan listrik untuk pembangunan pertanian, baik yang merupakan tenaga listrik, di rumah, di bengkel, dalam bangunan-bangunan pertanian, di lapangan pertanian bahkan penggunaan listrik juga dibidang komunikasi/telekomunikasi (radio + TV).
Ø  Pada bidang mesin-mesin pengolahan hasil pertanian di mana dalam hal ini peranan mekanisme pertanian yang paling kentara adalah guna menelaah masalah-masalah pembangunan mesin-mesin yang dipakai dalam usaha menyiapkan hasil-hasil pertanian untuk kemudian dipergunakan atau disimpan baik untuk mempertinggi atau pun memperbaiki mutu dalam mencegah kerusakan (perubahan hasil itu). Sekarang kalau dilihat dari pengertian crop procesing, yang menyatakan bahwa segala proses atau pun usaha atau prosedur untuk menyiapkan hasil-hasil pertanian pada suatu sistem, jelas terlihat bahwa kurang tersedianya tenaga ahli dan terampil usaha adalah masalah-masalah yang perlu segera dibenahi lebih jauh lagi. Kurangnya kesadaran di kalangan petani dan kurangnya bimbingan yang nyata, baik oleh Pusat atau pun Daerah serta belum berkembangnya industri dalam negeri untuk produksi mesin-mesin/alat-alat mekanisasi pertanian yang mampu menyamai kualitas luar negeri adalah problema-problema lain yang perlu kita angkat sebagai pokok masalah dalam mengatasi kemelut semacam ini.
Ø  Pada bidang perbengkelan mekanisasi pertanian. Peranan pokok dari aspek ini adalah perlunya ditelaah lebih lanjut tentang mesin atau alat apa saja yang mampu memberikan dukungan positif terhadap pembangunan pertanian. Artinya, jika saja ada beberapa alat yang rusak, maka pada bidang inilah tanggungjawabnya. Di samping harus juga mampu mengolah dan menata serta mencari alat/mesin yang lebih sempurna lagi (tentunya setelah mengalami perubahan atau modifikasi). 
Akibatnya peranan mekanisasi pertanian dalampembangunan ini ternyata cukup kompleks. Tidak cukup hanya dengan membeberkan satu aspek, lantas melupakan aspek-aspek yang lainnya. Tetapi bagaimana usaha kita yang sebaiknya agar penataan dan penggabungan dari aspek-aspek di atas akan memberikan manfaat yang maksimal bagi kelangsungan pembangunan di Indonesia.
Ciri-ciri petani modern adalah mereka yang mampu menggunakan input teknologi dan efisiensi usaha tani yang tinggi dan terus meningkat; hasil produksinya bermutu tinggi di mana dalam setiap waktu dapat berubah jumlah dan mutu sesuai dengan perubahan biaya produksi yang disebabkan oleh adanya perubahan teknologi penggunaan tanah dan sumber daya lainnya.
Mutlak pula disadari bahwa pembangunan pertanian modern tentunya dikembangkan dari pertanian tradisional melalui proses modernisasi, di mana pada prinsipnya, modernisasi itu sendiri menuntut terjadinyan perubahan dan pembaharuan sistem nilai yang berkembang dalam kehidupan masyarakat pedesaan.





Senin, 07 November 2011

masih dipikirkan

Hy... namaku Nayfa Nabila. Aku biasa dipanggil dengan nama Nayfa. Hari ini hari Sabtu. Aku gak lupa kalau hari ada janji buat ketemu Bian. Sejak kelulusan SMA aku udah lama gak ketemu dia, waw kira-kira 1 bulan. Maklum, dia lagi liburan di Bali. Oh iy, namanya Abdian. But dia dipanggil Bian. Ups, udah gak sabar nih buat ketemu. Secepat mungkin aku siap-siap buat ketemu dia. Rasanya aku kangen banget sama dia.yuhuuu... hehehe. Tapi dia ngajak ketemu ntar siang. Jam 10 aku udah brangkat. Waw, mungkin gak sabar kali yah buat ketemu dia.
            Seperti biasa, kita janjian di mall. Ummmm,senangnya aku,hehe. Rasanya gak kayak biasanya deh,kenapa dia gak dateng-dateng yah? Padahal dia yang biasa nunggu. Pas ngliat jam, maklum dia lum dateng. Soalnya masih jam 11. Jadi setelah berfikir sejenak, aku memutuskan buat jalan-jalan dulu di sekitar mall. Tiba-tiba kakiku menuju distro yang ngejual baju cowok. Ada blezer keren, pasti cocok kalo dipake sama Bian. Tapi, pas aku ngambil ada cowok yang mau ngambil blezer ni juga. Huh, menyebalkan deh.
“Eh mbak, aku duluan deh yang ngambil baju ini”, bentak tuh cowok berkacamata itu padaku.
“Gak bisa donk, aku dah duluan. Lagian ladies firt. Mending ngalah sana deh”, jawabku gak mau kalah. Tapi, sungguh nyebelin deh tuh cowok malah ngrebut blezer itu. Aku pun ngrebut balik. Gak sengaja aku nyenggol kacamatanya. Prakkkk! Xixixi... jatuh deh.
“Waw, kacamataku ampek jatuh gini, lagian cewek kok beli baju cowok sih? Cewek aneh. Kalo gitu, kamu kudu tanggung jawab buat ganti kacamataku.”
“Eh, suka-suka aku donk mau beli paan! Oke, aku bakal tanggung jawab. Catet aja nomerku”, kata-kataku sama cowok itu.
“Kenapa gak sekarang aja tanggung jawabnya? Mau lari? Heh?”
“Gaklah, enak aja. Aku sekarang lagi ada urusan penting.”
Setelah itu aku ngasih nomerku sama dia. Gpp dah, yang penting aku dapet blezer buat Bian. Hehe.
Setelah kejadian itu, aku ke tempat janjian aku sama Bian. Ups, tiba-tiba ada orang yag nutup mataku dari belakang. Kaget banget rasanya. Dia begitu kuat menahanku. Oh ternyata Bian.
“Maaf ya Beb, nunggu lama ya?”, kata Bian sambil ngasih bunga mawar buat aku.
“Tumben baru dateng? Tumben juga ngasih bunga? Hmmmm, i know. Pasti kamu ada maunya kan?” tuduhku pada cowok yang aku sayang nih.
“Gak kok, curigaan mulu nih. Aku kangen sama kamu. Oh iya, ni aku bawain oleh-oleh”
“Iya donk, dari Bali masak gak ngasih oleh-oleh? Mana? Waw kaosnya lucu, bonekanya juga”, komentarku sambil membuka tas warna abu-abu.
“Ayo kita makan dulu Beb, aku mau kenalin kamu sama sepupuku. Kebetulan dia mau kuliah di Surabaya. Jadi, kita bisa sama-sama tuh”, truz Bian melambai tangan sama cowok jangkung, tinggi. Kayaknya aku pernah liat cowok ini deh. Tapi dimana yah???
             “Tadi kemana aja bro? Kenalin ni Nayfa”, Bian ngenalin aku sama cowok jangkung itu. Oh, aku baru inget. Ini kan cowok yang rebutan blezer tadi. Waw, ternyata sepupunya Bian. Kacau deh.
“Hy.. Nayfa”, kataku pada cowok itu, sambil bersalaman.
“Salam knal juga, panggil aja aku Adit”, akupun mengangguk perlahan. Kayaknya dia tahu sapa aku deh. Aku pun gak brani natap dia. Aku Cuma nunduk. Huh.
“Dit, kacamata kamu kemana?” tanya Bian pada Adit.
“Jatuh Bi, soalnya tadi aku nginjek kucing”, jawab Adit sambil nglirik aku.
“Mana ada kucing di mall. Dasar kamu. Hahaha”, kata Bian sambil bercanda.
“Oh iya, kamu bawa apa itu sayang?” tanya Bian sama aku.
“Iya, ampek lupa. Aku beliin kamu blezer nih. Pasti cocok sama kamu Beb.” Lagi-lagi, Adit nunjukkin rasa bete. Kasian juga sih dia.
“Tadi tuh, penuh perjuangan aku belinya. Tau kenapa? Soalnya rebutan sama kakek-kakek. Truz aku bilang aja kalo kakek itu gak cocok pake ini”, lanjutku.
“Keren donk”, Adit ikut-ikutan coment. Huh
“Makasih ya sayang”, kata Bian.
Bian dan Adit ngobrol kayak kakak adek, ya emang bisa disebut mreka kakak adek. Aku sih gak banyak bicara. Soalnya, aku gak begitu knal sama Adit. Waktu terus berlalu. Akhirnya jam 4 sore aku udah pulang. Hmmmm tiduran dulu ah. Capek...


            Sekarang jam 9 malem. Hpku tiba-tiba bunyi. Ada telp dari nomor asing. Sapa iach? Hmm
“Halo”, sapaku.
“Ni bener Nayfa kan? Kapan mau ganti kacamataku?” terdengar suara dari telp. Aku pun inget sama Adit. Huh, sial kenapa cowok ini tlp.
“Gampang deh, iya aku ganti deh”.
Oke, besok kamu aku tunggu di mall yang tadi. Kalo gak dateng, ntar aku bilangin sama Bian. Gimana?”
“Iya-iya aku bakal dateng”.


            Keeseokan harinya aku dateng ke mall. Huh, kenapa aku harus ketemu cowok senyebelin Adit sih. Udah 15 menit pula aku nunggu dy di depan mall. Ya ampun, mana cih dy. Kok gak kliatan batang idungnya. Diantara keramaian itu, akhirnya dy dateng juga.
“Lama banget cih? Dandan dulu yah ketemu cewek cute kayak aku?” ledekku sama dy.
“Yee, enak aja kalo ngomong”, sanggah Adit.
“Ya udah, biar gak lama-lama ngliat muka kamu mending ayo cepetan kita ke optik.” Gak sengaja ku tarik kaos Adit.
“Iya-iya bawel loe. Ngapaen kemaren bilang kalo aku kakek-kakek? Enak aja, keren gini dibilang kakek-kakek”, tanya Adit sama aku.
“Biar Bian gak tau kalo aku ketemu cowok aneh kayak kamu.”

            Akhirnya sampailah aku di Optik Jelita. Lha? Kok namanya Optik Jelita? Bukan buat cewek aja nih? Batinku. Hwoho...
“Menurut kamu, aku pantes pilih yang mana?” tanya Adit sama aku.
“Cocoknya cih kacamata kuda,wkkkkkk”, jawabku singkat. Ngapaen lagi, ni cowok nanya sama aku. Makin aneh dah kelakuannya.
“Pliz deh Non, aku cocok yang ni apa yg ni?” tanya Adit lagi sambi nunjuk 2 kacamata.
“Hmmmmmm, kalo dipikir-pikir n dipandang-pandang cih. Hmmmmmm. Cocok mana y? Yang ini deh”, sambil kutunjuk salah satu kacamata yang dipegang Adit. “Eh, tapi ntr dah yang ni harganya brapa emangnya?” jadi ngrasa ragu, soalnya aku bawa uang Cuma Rp 500.000,00. Moga aj ada kembalian, batinku.
“Meneketehe, coba ku tanyain”, kata Adit.
Waw, ternyata harganya Rp 1.000.000,00. Gila, duitku kurang. Sial oh sial. Moga Adit cowok reseh tu minta aku beberapa doank aj. Sayang ni duitku. Hix hix..
“Mas, yang harganya Rp 500.000an ad gak?” tanyaku sama penjaga optik.          
“Oh, ada mbak. Yang ni harganya Rp 400.000,00”, jawab Mas penjaga toko sambil menunjuk salah satu kacamata. Dipikir-pikir jadul jg c.hehe. tapi lumayan juga, duitku masih ada kembalian nih.
“Dit, lumayan nih. Beli yang ni aja yah?”
“Ogah ah. Tadi kamu nunjuk yg itu kok. Lagian yah, kacamataku yang kamu rusakin tuh bagus tau’. Enak aja. Huh”, jawab Adit kesal.
“Mas, aku ambil yang ni yah”, lanjut Adit.
“Terserah deh”, kataku kesal. “ Nih, aku punya cuman nih duitnya”, sambil kuserahkan duitku.
“Yah, kok Cuma nih cii?”
“Gak ada lagi tauk. Lagian tadi kamu disuruh beli yang Rp 400.000,00 gak mau.”
“Nih, aku balikin Rp 200.000,00”, Adit balikikn Rp 200.000,00. Aku pun kaget. Kok bisa dibalikin cih? Baik juga ni cowok.
“Yakin? Ntar nyesel gimana?” tanyaku ragu.
“Udah nyate ajah, aku bukan cowok jahat kok. Tapi ada syaratnya nih.”
“Apa emang? Kamu pasti ada maunya kan?”
“Traktir aku y Fa?” jawab Adit singkat.
“Ok deh. Tapi yang murah aja yah Dit? Hehe.”
“He’em. Terserah deh”.

            Setelah itu aku n Adit makan bareng. Lumayanlah daripada gantiin kacamatanya itu. Ternyata lumayan baik juga nih cowok. Tapi masih aja dingin sikapnya. Gak papalah. Gak penting juga kali. Hwoho.
“Eh, Dit kamu gak bisa ngliat y kalo gak pake kacamata?” tanyaku sama dy. Biar suasana gak hening.
“Kalo bisa ngliat jelas ngapaen pake? Aneh aja kalo nanya”, aduh. Ngapaen juga aku nanya ma cowok gj ni. Jawabnya songong pula. Nyebelin banget.
“Dah brapa lama sama Bian?” lanjut Adit.
“1 tahun 5 bulan”, jawabku singkat.
“Wah, lama juga yah. Bian sering crita tuh tentang kamu.”
“Oh..”, tanpa komentar tambahan. Soalnya lagi bete ma cowok berkacamata di sepanku nih.
“Kamu tadi naik paan ke sini?” tanya Adit.
“Naik kaki.”
“Idih, orang nanya bener juga. “
“Ngapaen cih nanya? Penting? Lo udah ayo, aku mau pulang.”
“Iya deh Nona Bete”, jawab Adit.
            Tiba-tiba hpq bunyi. Waw, ada telp dari Bian. Gimana nih?
“Sapa yang telp?” tanya Adit.
“Bian”.
“Jawab aja gy ma nyokap”.
“Halo, kenapa Bi? Oh iy, aku gy ma ibu aku nih. Hmmmmm, ke mall. Kenapa? Oh maksud aku Tante. Kan aku dah deket banget ma Tante. Iya deh, kamu mau nungu? Aduh, gak usah. Besok aja ke rumah lagi.”, kataku sambil telp Bian.
“Gila Dit, Bian di rumah. Hampir aja ketauan. Ni smua gara-gara kamu tauk.” Tuduhku sama Adit.
“Udah nyante ajah. Yok, aku anter pulang”.
            Akhirnya aku pulang. Pas di tengah perjalanan ujan. Duh, bener-bener sial deh. Akhirnya Adit mutusin buat neduh dulu di sebuah toko yang tutup. Banyak juga cih yang neduh di sana.
“Maaf ya Fa. Gak bawa mantel”, Tiba tiba Adit minta maaf sama aku. “Kamu juga gak pake jaket, pake nih jaketku. Biar gak dingin”, lanjutnya.
“Gak ah. Gak dingin kok. Tumben baik”.
“Kalo ntar sakit gimana? Udahlah, pake aja. Gak bauk juga nih jaket”, paksa Adit.
“Iya-iya. Bawel juga kamu”.
            Sampai di rumah ibuq nanya. Beliau kira dia pacar baru. Adit juga SKSD. Huh. Nih anak bener-bener cari muka banget. Gak kayak Bian yang rada diem naknya. Ya ampun, kok aku lupa balikin ni jaket ke Adit. Gawat bin super gawat. Kalo ketauan Bian gimana nih? Eits, ni kan bkn slingkuh. Cuma bertanggung jawab aja. Kalo misalnya kecleposan, kepaksa deh jujur aj sama Bian.


            Hari ni hari Senin. Kuliah udah dimulai. Dan yang ngebuat aku kaget banget. Adit 1 kelas sama aku. Ups, kok bisa sih? Dari 8 kelas, harusnya peluang 1 kelas dikit donk. Kalo Bian udah jelas beda, ada di jurusan Fisika. Aku n Adit di Akuntansi. Aku pun masuk ke kelas, ternyata ada Nita juga. Kenapa ada dy. Namanya Anita. Tapi sama temen SMA dipanggil Nyit-Nyit. Dy pernah nembak Bian. Tapi ditolak. Satu hari setelahnya Bian nembak aku, n jadian deh. Maka, itulah yang ngebuat tuh cewek kayak gemana getoh sama aku. Aku juga gak enak c. Tapi udahlah, yang berlalu biar berlalu. Yang sekarang, yah lakuin aj. J... Tiba-tiba kakiku menuju ke bangku paling depan. Mata tajam Nita lagi mandang aku. Bukannya GR yah. Ngerasa aja nih. Wkkkk.. gj.com.
“Hay, Baby. Bolehkah Mas Adit duduk sini?” sapa Adit.
“Kamu duduk depanku juga bisa. Eh, bisa gak cih kamu biasa aj? Ntar dikira kamu pacarku. Amit-amit deh”.
“Hahaha...”, ketawa Adit sengit. Kayaknya pada denger deh sebagian temen-temen.
Akhirnya kuliahpun dimulai. Setelah beberapa jam, kelar dah. Aku pun punya temen baru, namanya Emely. Dy kliatan baik n smart juga.
“Udah dulu y Fa, aku mau balik ke kos dulu. Kalo mau, mampir yuk”, kata Emely padaku.
“Kapan-kapan aj deh Ly. Kamu juga, mampir ke rumahku donk”.
“Kapan-kapan juga yah Fa. Hehe.”
            Trus Emely balik duluan. Gak disangka n dikira. Nita nongol n nyapa aku.
“Hy Fa. Gimana kabarnya? Tadi aku denger kamu ngobrol sama cowok itu. Pacar baru yah?” tuh kan, ni anak nanya aneh-aneh, batinku. Mungkin dy ngarep aku putus sama Bian.
“Gaklah, Bian mau aku kemanain coba? Dy tuh sepupunya Bian kok”, jawabku singkat.
Gak lama kemudian Bian dateng. Dy juga gimana gituh ngliat aku ngobrol sama Nita.
“Kamu pulang duluan y Beb, aku masih ada kuliah ntar”, akupun mengangguk. “Gimana kabarnya Ta?” sapa Bian sama Nita.
“Baik kok Bi. Wah, gak nyangka yah kita satu kampus. Nomor kamu ganti yah? Aku boleh minta nomor kamu?” sambil merah muka Nita. Idih.... awas aj yah Bian ampek ngacih nomor dy. Awas aj.
“Minta aj yah sama pacarku. Aku mau balik dulu. Oh iy, kamu baik-baik yah. Ati-ati di jalan.”
“Iya”, jawabku bersamaan sama Nita. GR banget nih cewek. Udah jelas Bian ngomong 2 kalimat terakhir ma aku. Kepaksa deh aku kasih nomor Bian sama dy. Yadahlah, aku kan gak boleh bwt dy kilangan temen. It’s ok. L.......................................
            Satu minggu kuliah berlalu gitu aja. Trus ada tugas kelompok. Yang nentuin dosennya. Kelompokku Emely, Adit, n Nita. Complete deh. Emely cih gak papa. Tapi Adit lagi Adit lagi. Ya ampun. Ditambah lagi Nita. Tapi, aku kudu biasa aja sama Nita. Kita sepakat buat ngerjain tugas di rumahku. Lagi-lagi aku dibonceng Adit. Maleznya.. Emely dibonceng Nita. Nyampek deh di rumah buat ngerjain. Ternyata Adit pinter juga.
“Kamu sama Adit cocok deh kalo jadian”, tiba-tiba Emely bilang yang gak menyenangkan. Kayaknya aku perlu crita sesuatu antara aku, Bian, n Nita sama dy.
“Gaklah. Adit tuh sepupunya Bian. Bian yang biasanya sama aku tuh, dy pacar aku Ly”, jawabku rada protes.
“Iy Emely Bian n Nayfa udah lama jadian, masak mau sama Adit. Ya gak Fa?” tanya Nita sama aku. Aku pun mengangguk. Bian, n comment deh.
            Tugaspun udah slese. Mereka bertiga pulag deh. Bisa donk aku nyante-nyante dulu. Aku ambil hp yang tergeletak di meja. Aku sms Bian.
Kamu udah pulang Beb? Jangan lupa mam yah. Itu isi smsq sama Bian. Trus ad balesan gini
Aku udah pulang kok. Km jg jangan lupa mam yah. I miss u. Wah senangnya baca sms Bian.             



BERSAMBUNG..